Asal Mula Kata TELEMATIKA
Orang Indonesia ternyata memang sering sekali mengadopsi bahasa. Salah satu contohnya adalah kata “TELEMATIKA” yang seringkali diidentikkan dengan dunia internet di Indonesia. Dari hasil pencarian makna telematika ternyata Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.
Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).
Salah satu milis internet Indonesia terbesar adalah milis Telematika. Dari milis inipun tidak ada penjelasan mengapa milis ini bernama telematika, yang jelas arsip pertama kali tercatat dikirimkan pada tanggal 15 Juli 1999. Dari hasil pencarian di arsip mailing list Telematika saya menemukan salah satu ulir diskusi menarik (membutuhkan login) tentang penamaan Telematika yang dikirimkan oleh Paulus Bambang Wirawan.
…Untuk mengerti makna TELEMATIKA yang menurut pak Moedjiono yang merupakan konvergensi dari
Tele=”Telekomunikasi”,
ma=”Multimedia” dan
tika=”Informatika”
kita perlu perhatikan perbedaan antara BIDANG ILMU.
Sementara dari hasil membaca Pengantar Telematika pada Mata Kuliah Hukum Telematika Universitas Indonesia tertulis sebagai berikut :
Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.
Perkembangan dunia telematika sangat pesat dan berkembang. Perkembangan tersebut muncul karena daya pikir manusia yang meningkat dan kemampuan proses berpikir manusia yang semakin cerdas dan kreatif. Seiring dengan perkembangan zaman manusiapun akan berkembang dalam gaya hidupnya. Salah satu contohnya adalah teknologi informasi yang saat ini sangat berkembang pesat baik segi hardware maupun software.
Perkembangan teknologi dari sisi hardware kita sudah melihat bermunculannya produk-produk IT mutakhir dengan karakteristik lebih kecil dan cepat, murah, dan muncul format-format unik yang berbeda. Contoh kecil di Universitas Gunadarma, banyak ditemui mahasiswa-mahasiswi yang menggunakan headset, di kantongnya terdapat IPOD atau MP3, atau menenteng Notebook ataupun Netbook yang ukurannya lebih kecil. Tidak hanya di kampus Gunadarma, banyak sekali coffeeshop, mall, restoran, yang tersedia fasilitas wireless access point untuk koneksi ke internet. Selain adanya wireless, saat ini orang-orang sudah mudah mengakses internet dengan menggunakan layanan jaringan broadband maupun HSDPA.
Perkembangan teknologi dari sisi software contohnya lihat saja software microsoft, desktop ubuntu, googleapps, yahooapps, live, semuanya berlomba menampilkan tampilan yang menarik dan lebih ‘human’ dengan kecepatan akses yang semakin tinggi. Hal tersebut ditunjang dengan search engine yang mengkoleksi sekumpulan informasi yang dibutuhkan oleh penggunanya.
Perkembangan telematika di Indonesia mengalami beberapa periode berdasarkan fenomena yang ada di masyarakat yaitu periode rintisan ( berlangsung pada akhir tahun 1970an – akhir tahun 1980an). Pada periode rintisan ini penggunaan telematika sangat terbatas. Pada periode ini, masa dimana beberapa orang Indonesia belajar menggunakan telematika atau minimal mengetahuinya. Tahun 1980-an teleconference terjadwal hampir sebulan sekali di TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang menyajikan dialog interaktif antara Presiden Suharto di Jakarta dengan para petani di luar jakarta, bahkan di luar pulau Jawa
Kemudian periode pengenalan (berlangsung tahun 1980an) Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980-an, terus berkembang.
Perkembangan Telematika
Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994, dan milis adalah salah satu bagian dari sebuah web. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan dalam tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet. Dua tahun keterbukaan informasi ini, salahsatu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televise swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996. Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998.
Selanjutnya periode aplikasi. Pada periode ini, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televise, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada café dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis.
Dari perkembangan telematika, bisa dirasakan dampak negatif dan dampak positif. Dampak positif dari perkembangan telematika adalah semakin mudahnya melakukan pertukaran informasi, dan lebih cepat. Sedangkan dampak negatif yang dirasakan dari perkembangan telematika, banyak anak kecil menjadi malas belajar karena kecanduan internet dan main game. Dan satu hal yang sering kita tidak sadari perkembangan telematika juga membuat manusia menjadi makhluk unsos (tidak bersosialisasi) secara langsung melainkan hanya dengan teknologi atau dunia maya kita mengenal orang satu sama lain tanpa bersosialisasi.
Fungsi Telematika, Peran Telematika dan Dampak Penggunaan Telematika
Fungsi Telematika
1. Penyampai informasi. Telematika digunakan sebagai penyampai informasi agar orang yang melakukan Komunikasi menjadi lebih berpengetahuan dari sebelumnya. Bertambahnya pengetahuan manusia akan meningkatan keterampilan hidup, menambah kecerdasan, meningkatkan kesadaran dan wawasan.
2. Sarana Kontak sosial hidup bermasyarakat. Interaksi sosial menimbulkan kebersamaan; keakraban, dan kesatuan yang akan melahirkan kerjasama. Telematika menjadi penghubung diantara peserta kerjasama tersebut, walaupun mereka tersebar dimana-mana. Telematika menjembatani proses interaksi sosial dan kerjasama sehingga menghasilkan jasa yang memiliki nilai tambah dibanding hasil perseorangan.
Peran Telematika
Telematika di Indonesia memiliki tiga peran pokok, antara
lain :
1. Mengoptimalkan proses pembangunan. Telematika memberikan dukungan terhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat berupa sarana telekomunikasi yang memuahkan masyarakat saling berinteraksi tanpa terhalang jarak. Dengan telematika, proses komunikasi menjadi mudah sehingga mudah pula untuk menyebarkan informasi dari satu daerah ke daerah lain.
2. Meningkatkan Pendapatan. Produk dan jasa teknologi telematika merupakan komoditas yang memberikan peningkatan pendapatan bagi perseorangan, dunia usaha bahkan negara dalam bentuk devisa hasil ekspor jasa dan produk industri telematika.
3. Pemersatu bangsa. Teknologi telematika mampu menyatukan bangsa melalui pengembangan sistem informasi yang menghubungkan semua institusi dan area dengan cepat tanpa terhalang jarak daerah masing-masing.
Dampak Penggunaan Telematika
Dampak yang akan muncul penggunaan telematika baik secara langsung maupun tidak langsung, yaitu :
1. Penghematan transportasi dan bahan bakar.
2. Menghindarkan jam-jam yang tidak produktif menjadi lebih produktif.
3. Mengembangkan konsep kegiatan tersebar secara merata ke seluruh daerah.
4. Menyuguhkan banyak pilihan sarana telekomunikasi.
sumber :
http://adit-chaky.blogspot.com
http://freezcha.wordpress.com
http://johan-ku.blogspot.com
Minggu, 09 Oktober 2011
Minggu, 17 April 2011
Website Terlaris di Indonesia
Ringkasan ini tidak tersedia. Harap
klik di sini untuk melihat postingan.
Ternyata Gunung - Gunung itu Bergerak ?
Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.
Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.
Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.
Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.
Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:
Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)
"Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al Qur'an, 27:88)
Dalam sebuah ayat, kita diberitahu bahwa gunung-gunung tidaklah diam sebagaimana yang tampak, akan tetapi mereka terus-menerus bergerak.
Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah "continental drift" atau "gerakan mengapung dari benua" untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)
Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.
Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.
Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.
Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.
Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:
Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)
"Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al Qur'an, 27:88)
Dalam sebuah ayat, kita diberitahu bahwa gunung-gunung tidaklah diam sebagaimana yang tampak, akan tetapi mereka terus-menerus bergerak.
Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah "continental drift" atau "gerakan mengapung dari benua" untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)
Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.
Cara Meramal Cuaca
Anda ingin mengetahui cuaca hari ini untuk beberapa saat yang akan datang tanpa menggunakan teknologi apapun dengan hanya melihat kondisi dan gejala-gejala yang terlihat di alam. Matahari, bulan, angin, kabut, awan dan asap yang bisa dijadikan patokan untuk memprediksi cuaca.
Berikut ini Ulasannya :
1. Meramal Cuaca Dengan Melihat Kondisi Matahari
* Apabila ketika terbit memiliki warna merah tua disertai awan gelap maka kemungkinan akan turun hujan. Jika terang dengan cahaya penuh maka kemungkinan cuaca akan cerah.
* Jika ketika matahari terbenam warnanya kuning cerah dan warna oranye di bawahnya, maka kemungkinan hujan akan turun. Hujan juga mungkin akan turun jika warnanya kuning pucat.
2. Meramal Cuaca Dengan Melihat Kondisi Bulan
* Jika bulan bersinar sangat terang, itu berarti menandakan cuaca dengan baik alias cerah.
* Jika banyak awan yang menyelimuti bulan ada kemungkinan hujan akan turun.
* Jika ada cahaya lingkaran di sekitar bulan kemungkinan ada suatu perubahan cuaca.
3. Meramal Cuaca Dengan Melihat Kondisi Awan
* Jika saat ada awan kumulus atau awan yang bulat seperti gunung tertutup salju hawanya terasa panas, maka kemungkinan akan turun hujan.
* Apabila ada awan sirrus atau awan yang seperti arak-arakan kepulan awan yang sangat tinggi letaknya, maka kemungkinan akan turun hujan.
4. Meramal Cuaca Dengan Melihat Kondisi Angin
* Jika ada angin lemah dari arah utara atau timur kemungkinan akan terjadi cuaca baik, namun jika datangnya dari arah barat atau barat daya, kemungkinan hujan atau gerimis akan tiba.
* Jika putaran angin searah jarum jam, maka cuaca kemungkinan baik. Sedangkan jika arah putaran angin berputar berlawanan arah jarum jam kemungkinan akan hujan.
5. Meramal Cuaca Dengan Melihat Kondisi Kabut
* Jika kabut menggumpal cerah seperti awan maka cuaca mungkin akan baik.
* Jika ada kabut gunung kemungkinan akan ada hujan, akan tetapi jika kabut lembah maka kira-kira kemungkinan cuaca akan cerah.
* Cuaca berawan/berkabut di pagi hari yang terlihat semakin cerah, maka mungkin cuaca akan terus cerah.
6. Meramal Cuaca Dengan Melihat Kondisi Asap
* Jika kita membakar sesuatu dengan asap membumbung tinggi menjulang ke langit, kemungkinan cuaca cerah.
* Apabila asap yang dihasilkan dari pembakaran cepat pudar dan hilang, serta arahnya agak condong ke bawah, kemungkinan hujan akan turun membasahi permukaan bumi.
Keterangan :
* Kata "meramalkan" cuaca sangat sensitif di indonesia karena seperti ada hubungannya dengan hal yang berbau supranatural. Akan tetapi dalam pengertian di sini meramal adalah sama dengan mengira-ngira atau prediksi dengan ilmu pengetahuan kuno tanpa bertanya kepada makhluk halus.
Semoga Bermanfaat
Berikut ini Ulasannya :
1. Meramal Cuaca Dengan Melihat Kondisi Matahari
* Apabila ketika terbit memiliki warna merah tua disertai awan gelap maka kemungkinan akan turun hujan. Jika terang dengan cahaya penuh maka kemungkinan cuaca akan cerah.
* Jika ketika matahari terbenam warnanya kuning cerah dan warna oranye di bawahnya, maka kemungkinan hujan akan turun. Hujan juga mungkin akan turun jika warnanya kuning pucat.
2. Meramal Cuaca Dengan Melihat Kondisi Bulan
* Jika bulan bersinar sangat terang, itu berarti menandakan cuaca dengan baik alias cerah.
* Jika banyak awan yang menyelimuti bulan ada kemungkinan hujan akan turun.
* Jika ada cahaya lingkaran di sekitar bulan kemungkinan ada suatu perubahan cuaca.
3. Meramal Cuaca Dengan Melihat Kondisi Awan
* Jika saat ada awan kumulus atau awan yang bulat seperti gunung tertutup salju hawanya terasa panas, maka kemungkinan akan turun hujan.
* Apabila ada awan sirrus atau awan yang seperti arak-arakan kepulan awan yang sangat tinggi letaknya, maka kemungkinan akan turun hujan.
4. Meramal Cuaca Dengan Melihat Kondisi Angin
* Jika ada angin lemah dari arah utara atau timur kemungkinan akan terjadi cuaca baik, namun jika datangnya dari arah barat atau barat daya, kemungkinan hujan atau gerimis akan tiba.
* Jika putaran angin searah jarum jam, maka cuaca kemungkinan baik. Sedangkan jika arah putaran angin berputar berlawanan arah jarum jam kemungkinan akan hujan.
5. Meramal Cuaca Dengan Melihat Kondisi Kabut
* Jika kabut menggumpal cerah seperti awan maka cuaca mungkin akan baik.
* Jika ada kabut gunung kemungkinan akan ada hujan, akan tetapi jika kabut lembah maka kira-kira kemungkinan cuaca akan cerah.
* Cuaca berawan/berkabut di pagi hari yang terlihat semakin cerah, maka mungkin cuaca akan terus cerah.
6. Meramal Cuaca Dengan Melihat Kondisi Asap
* Jika kita membakar sesuatu dengan asap membumbung tinggi menjulang ke langit, kemungkinan cuaca cerah.
* Apabila asap yang dihasilkan dari pembakaran cepat pudar dan hilang, serta arahnya agak condong ke bawah, kemungkinan hujan akan turun membasahi permukaan bumi.
Keterangan :
* Kata "meramalkan" cuaca sangat sensitif di indonesia karena seperti ada hubungannya dengan hal yang berbau supranatural. Akan tetapi dalam pengertian di sini meramal adalah sama dengan mengira-ngira atau prediksi dengan ilmu pengetahuan kuno tanpa bertanya kepada makhluk halus.
Semoga Bermanfaat
Tips Menghilangkan Rasa Bosan
Ketika kita menghadapi saat yang membosankan tanpa gairah untuk melanjutkan hidup kita butuh sesuatu yang dapat menumbuhkan semangat hidup. Rasa bosan dan bete yang berkepanjangan bisa membuat orang stress dan mudah putus asa bahkan bisa berujung pada bunuh diri yang terkutuk. Tanpa gairah hidup kita akan hidup dalam kehampaan seperti zombi. Baik rasa bosan parah maupun ringan.
Berikut ini cara mengatasi, mengurangi dan menghilangkannya.
1. Kembali Ke Tujuan Hidup Kita
Apa sih tujuan hidup kita? Selain mengejar cita-cita dan impian kita, juga ada yang namanya mengabdi kepada Tuhan. Tujuan kita hidup di dunia hanya untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjalankan perintah dan menjauhi larangan-laranganNya karena tujuan agama kita adalah untuk membuat kita bahagia baik ketika hidup didunia maupun setelah meninggal dunia. Selaraskan cita-cita dan impian kita dengan agama yang kita anut.
2. Sibukkan Diri Dengan Hobi
Ingat-ingat kembali hobi apa saja yang kita sukai, kemudian coba untuk kembali melakukan hobi tersebut sehingga dapat membuat kita terhanyut dan akhirnya dapat melupakan segala masalah yang membuat kita jadi bt dan bosan. Lakukan hanya hobi-hobi yang positif sehingga tidak menimbulkan masalah baru yang dapat membuat kita tambah bosan dan bt.
3. Berkumpul Dengan Teman-Teman
Berkumpulah dengan teman-teman dekat kita yang bisa bercanda dan membuat kita tertawa lepas. Selain itu jika kita punya masalah yang tidak dapat kita pecahkan sendiri sebaiknya sampaikan ke teman baik kita sebagai curhat. Dengan curhat, beban kita akan sedikit lebih ringan dan mungkin saja bisa mendapatkan masukan dan saran yang membangun untuk membantu memecahkan persoalan yang sedang kita hadapi.
4. Menemukan Cinta Sejati
Cinta itu buta, sehingga ketika kita sudah mencintai sesuatu atau mencintai seseorang kita bisa lupa dengan yang lainnya. Dengan cinta kita akan menjadi bertambah semangat untuk menjalani hidup ini sehingga tidak merasa bete dan bosan lagi. Akan tetapi upayakan sekuat tenaga jangan sampai rasa cinta itu berubah menjadi patah hati, kekecewaan, amarah, stress, depresi, putus asa, dan lain sebagainya.
5. Menjadi Orang Baik (Jagoan)
Untuk meningkatkan arti hidup ini jadikanlah diri kita sebagai jagoan yang diharapkan sebagai satu-satunya orang yang mampu untuk membawa dunia ini dalam kesejahteraan dan kedamaian abadi. Dengan demikian kita akan terus berupaya untuk melakukan yang terbaik bagi sesama dan melawan kejahatan dengan cara-cara yang cerdas dan keren. Tirulah semangat para superhero yang tidak mudah patah arang (putus asa) dalam membela kebajikan dan memberantas kejahatan di muka bumi ini.
Berikut ini cara mengatasi, mengurangi dan menghilangkannya.
1. Kembali Ke Tujuan Hidup Kita
Apa sih tujuan hidup kita? Selain mengejar cita-cita dan impian kita, juga ada yang namanya mengabdi kepada Tuhan. Tujuan kita hidup di dunia hanya untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjalankan perintah dan menjauhi larangan-laranganNya karena tujuan agama kita adalah untuk membuat kita bahagia baik ketika hidup didunia maupun setelah meninggal dunia. Selaraskan cita-cita dan impian kita dengan agama yang kita anut.
2. Sibukkan Diri Dengan Hobi
Ingat-ingat kembali hobi apa saja yang kita sukai, kemudian coba untuk kembali melakukan hobi tersebut sehingga dapat membuat kita terhanyut dan akhirnya dapat melupakan segala masalah yang membuat kita jadi bt dan bosan. Lakukan hanya hobi-hobi yang positif sehingga tidak menimbulkan masalah baru yang dapat membuat kita tambah bosan dan bt.
3. Berkumpul Dengan Teman-Teman
Berkumpulah dengan teman-teman dekat kita yang bisa bercanda dan membuat kita tertawa lepas. Selain itu jika kita punya masalah yang tidak dapat kita pecahkan sendiri sebaiknya sampaikan ke teman baik kita sebagai curhat. Dengan curhat, beban kita akan sedikit lebih ringan dan mungkin saja bisa mendapatkan masukan dan saran yang membangun untuk membantu memecahkan persoalan yang sedang kita hadapi.
4. Menemukan Cinta Sejati
Cinta itu buta, sehingga ketika kita sudah mencintai sesuatu atau mencintai seseorang kita bisa lupa dengan yang lainnya. Dengan cinta kita akan menjadi bertambah semangat untuk menjalani hidup ini sehingga tidak merasa bete dan bosan lagi. Akan tetapi upayakan sekuat tenaga jangan sampai rasa cinta itu berubah menjadi patah hati, kekecewaan, amarah, stress, depresi, putus asa, dan lain sebagainya.
5. Menjadi Orang Baik (Jagoan)
Untuk meningkatkan arti hidup ini jadikanlah diri kita sebagai jagoan yang diharapkan sebagai satu-satunya orang yang mampu untuk membawa dunia ini dalam kesejahteraan dan kedamaian abadi. Dengan demikian kita akan terus berupaya untuk melakukan yang terbaik bagi sesama dan melawan kejahatan dengan cara-cara yang cerdas dan keren. Tirulah semangat para superhero yang tidak mudah patah arang (putus asa) dalam membela kebajikan dan memberantas kejahatan di muka bumi ini.
Sabtu, 09 April 2011
Alasan mengapa senang terlambat
1. Anak kecil belum memiliki konsep mengenai waktu.
Mereka tidak bisa mengira-ngira, berapa lama sesuatu harus dilakukan atau berapa lama untuk mencapai tempat tertentu. Fungsi-fungsi ini baru dimiliki ketika anak beranjak besar. Nah, orang yang selalu terlambat tampaknya menerapkan sisi kekanak-kanakan dalam dirinya, bukannya sebagai orang dewasa. Dan, sikap kekanak-kanakan ini menjadi suatu pembangkangan karena merasa dikontrol. Misalnya begini, Anda mengatakan bahwa anak harus selesai makan pukul 07.00 supaya bisa berangkat ke sekolah pukul 07.15. Namun, anak yang pembangkang akan mengatakan, “Aku enggak mau makan sebelum jam 07.00!”
Selama perang antara sisi anak-anak dan sisi dewasa ini tidak disadari, orang tersebut akan terus terlambat. Begitu ia menyadari sistem di dalam dirinya, mereka baru bisa memilih kapan sisi kekanakan ini harus ditampilkan dan kapan sisi dewasanya harus ditonjolkan.
2. Ekspresi kemarahan karena merasa dikontrol.
Orang yang selalu terlambat sampai di kantor, misalnya, bisa jadi karena marah kepada atasan atau rekan kerjanya. Memang ada orang yang mampu bekerja dengan cepat sehingga meskipun selalu datang terlambat, pekerjaannya tak pernah terbengkalai. Namun, datang terlambat juga menjadi ekspresi ketidaksukaannya karena ditegur rekan kerja yang menganggapnya datang terlalu siang. Orang ini juga menjadi defensif ketika datang terlambat.
3. Tidak peduli jika orang lain harus menunggu.
Kadang-kadang orang merasa punya hak dalam menentukan waktu karena waktu mereka lebih penting daripada waktu orang lain. Tampaknya mereka juga mendapatkan suatu kesenangan saat membuat orang lain menunggu. Hal yang mendasari sikap ini adalah masalah kontrol tadi, seolah ingin mengatakan bahwa tak ada orang yang bisa mengontrolnya. Perasaan tidak diatur menjadi lebih penting daripada peduli dengan perasaan orang lain.
4. Cara untuk membuat dirinya tegang atau gelisah.
Mengapa pula seseorang ingin merasa tegang dan gelisah? Karena kegelisahan ini mungkin akan menyembunyikan kegelisahan yang lebih parah, seperti kegelisahan karena merasa sendiri atau kesepian. Ada orang yang memilih untuk berlaku seenaknya dan enggan bersikap on time daripada harus menghadapi perasaan mereka yang lebih menyakitkan. Setidaknya, dengan datang terlambat, mereka mampu mengontrol kegelisahannya sendiri daripada merasa tak berdaya karena kesepian.
Mereka tidak bisa mengira-ngira, berapa lama sesuatu harus dilakukan atau berapa lama untuk mencapai tempat tertentu. Fungsi-fungsi ini baru dimiliki ketika anak beranjak besar. Nah, orang yang selalu terlambat tampaknya menerapkan sisi kekanak-kanakan dalam dirinya, bukannya sebagai orang dewasa. Dan, sikap kekanak-kanakan ini menjadi suatu pembangkangan karena merasa dikontrol. Misalnya begini, Anda mengatakan bahwa anak harus selesai makan pukul 07.00 supaya bisa berangkat ke sekolah pukul 07.15. Namun, anak yang pembangkang akan mengatakan, “Aku enggak mau makan sebelum jam 07.00!”
Selama perang antara sisi anak-anak dan sisi dewasa ini tidak disadari, orang tersebut akan terus terlambat. Begitu ia menyadari sistem di dalam dirinya, mereka baru bisa memilih kapan sisi kekanakan ini harus ditampilkan dan kapan sisi dewasanya harus ditonjolkan.
2. Ekspresi kemarahan karena merasa dikontrol.
Orang yang selalu terlambat sampai di kantor, misalnya, bisa jadi karena marah kepada atasan atau rekan kerjanya. Memang ada orang yang mampu bekerja dengan cepat sehingga meskipun selalu datang terlambat, pekerjaannya tak pernah terbengkalai. Namun, datang terlambat juga menjadi ekspresi ketidaksukaannya karena ditegur rekan kerja yang menganggapnya datang terlalu siang. Orang ini juga menjadi defensif ketika datang terlambat.
3. Tidak peduli jika orang lain harus menunggu.
Kadang-kadang orang merasa punya hak dalam menentukan waktu karena waktu mereka lebih penting daripada waktu orang lain. Tampaknya mereka juga mendapatkan suatu kesenangan saat membuat orang lain menunggu. Hal yang mendasari sikap ini adalah masalah kontrol tadi, seolah ingin mengatakan bahwa tak ada orang yang bisa mengontrolnya. Perasaan tidak diatur menjadi lebih penting daripada peduli dengan perasaan orang lain.
4. Cara untuk membuat dirinya tegang atau gelisah.
Mengapa pula seseorang ingin merasa tegang dan gelisah? Karena kegelisahan ini mungkin akan menyembunyikan kegelisahan yang lebih parah, seperti kegelisahan karena merasa sendiri atau kesepian. Ada orang yang memilih untuk berlaku seenaknya dan enggan bersikap on time daripada harus menghadapi perasaan mereka yang lebih menyakitkan. Setidaknya, dengan datang terlambat, mereka mampu mengontrol kegelisahannya sendiri daripada merasa tak berdaya karena kesepian.
Sabtu, 12 Maret 2011
Penulisan Karya Ilmiah
Metode ilmiah
· Metode ilmiah/proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematisberdasarkan bukti atau fakta dan bukan pada khayalan/imajinasi
· Dalam penelitian ilmiah harus mneggunakan metode ilmiah yaitu daur logico-hypothetici-verifikatif (deduktif-induktif). Artinya suatu penelitian dikatakan ilmiah apabila melibatkan 2 wilayah teori (deduktif) dan empiris (induktif).
Cirri-cirri metode ilmiah :
1. Perumusan masalah jelas dan spesifik
2. Masalah merupakan hal yang dapat diamati
3. Jawaban permasalahan didasarkan pada data
4. Proses pengumpulan dan analisis data, serta pengambilan keputusan berdasarkan logika yang benar
5. Kesimpulan siap/terbuka untuk diuji oleh orang lain
Sifat metode ilmiah :
1. Efisien : dalam penggunaan sumber daya tenaga, biaya dan waktu
2. Terbuka : dapat dipakai oleh siapa saja
3. Logis : sesuai dengan logika/ aturan berfikir yang telah ditetapkan dalam cabang ilmu pengetahuan yang bersangkutan
4. Obyektif : berkenaan dengan sikap yang tidak tergantung pada suasana hati, prasangka atau pertimbangan nilai pribadi
5. Sistematis : adanya konsistensi dan keteraturan internal
6. Andal : dapat diuji kembali secara terbuka
7. Dirancang : ilmu pengetahuan dikembangkan menurut suatu rancangan yang menerapkan metode ilmiah.
8. Akumulatif : himpunan data /fakta, teori, hukum,dll.
· Metode ilmiah/proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematisberdasarkan bukti atau fakta dan bukan pada khayalan/imajinasi
· Dalam penelitian ilmiah harus mneggunakan metode ilmiah yaitu daur logico-hypothetici-verifikatif (deduktif-induktif). Artinya suatu penelitian dikatakan ilmiah apabila melibatkan 2 wilayah teori (deduktif) dan empiris (induktif).
Cirri-cirri metode ilmiah :
1. Perumusan masalah jelas dan spesifik
2. Masalah merupakan hal yang dapat diamati
3. Jawaban permasalahan didasarkan pada data
4. Proses pengumpulan dan analisis data, serta pengambilan keputusan berdasarkan logika yang benar
5. Kesimpulan siap/terbuka untuk diuji oleh orang lain
Sifat metode ilmiah :
1. Efisien : dalam penggunaan sumber daya tenaga, biaya dan waktu
2. Terbuka : dapat dipakai oleh siapa saja
3. Logis : sesuai dengan logika/ aturan berfikir yang telah ditetapkan dalam cabang ilmu pengetahuan yang bersangkutan
4. Obyektif : berkenaan dengan sikap yang tidak tergantung pada suasana hati, prasangka atau pertimbangan nilai pribadi
5. Sistematis : adanya konsistensi dan keteraturan internal
6. Andal : dapat diuji kembali secara terbuka
7. Dirancang : ilmu pengetahuan dikembangkan menurut suatu rancangan yang menerapkan metode ilmiah.
8. Akumulatif : himpunan data /fakta, teori, hukum,dll.
Langganan:
Postingan (Atom)